
Wacanakaltim.id – Dugaan bahan bakar minyak (BBM) bermasalah kembali menyita perhatian di Kutai Timur. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menilai laporan masyarakat tak bisa dianggap angin lalu, meski hasil sidak awal dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan belum menemukan indikasi pencampuran BBM.
“Memang hasil sidak belum menemukan indikasi. Tapi ada banyak keluhan, motor mati mendadak setelah isi BBM. Itu jadi perhatian kita,” kata Mahyunadi kepada wartawan, Selasa, 8 April 2025.
Keluhan warga, menurut Mahyunadi, paling banyak mengarah pada salah satu SPBU di sekitar Sangatta Trade Center (STC). Warga menduga bahan bakar bermasalah itu berasal dari luar daerah, seperti Samarinda. Ia menekankan pentingnya pendalaman kasus secara menyeluruh.
“Sidak itu harus rahasia. Kalau mereka sudah tahu duluan, ya percuma. Mereka pasti sudah siapkan BBM yang bagus,” ujar Mahyunadi.
Ia juga menyatakan akan memanggil ulang Kepala Disperindag untuk memperluas investigasi. Termasuk memeriksa kemungkinan adanya campuran bahan lain dalam BBM. Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin gegabah dalam menyimpulkan, namun tetap wajib merespons setiap aduan masyarakat.
“Kita tidak ingin asal tuduh. Tapi keluhan masyarakat harus ditindaklanjuti. Kita akan dalami sampai ketemu siapa yang salah,” ucapnya.(*)




